GpC6GSM7TUYpTfz5TpAoGUzpGY==
Breaking
News

Mengenal Wilis: Sejarah, Budaya, dan Makna di Masyarakat Jawa

Ukuran huruf
Print 0

Gunung Wilis pemandangan alam dari kaki gunung

Gunung Wilis, yang terletak di wilayah Jawa Timur, tidak hanya menjadi salah satu destinasi pendakian favorit tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya dan sejarah masyarakat Jawa. Dikenal sebagai gunung suci dengan legenda-legenda yang menggambarkan asal-usul manusia dan kehidupan di tanah Jawa, Gunung Wilis menyimpan cerita-cerita mistis yang masih dipercaya hingga saat ini. Dari mitos penciptaan manusia hingga peran pentingnya dalam sejarah kerajaan-kerajaan kuno, Gunung Wilis menjadi simbol kekayaan budaya dan spiritualitas yang tak ternilai.

Sebagai bagian dari Pegunungan Wilis, gunung ini memiliki potensi geothermal yang besar serta berbagai puncak yang menawarkan tantangan bagi para pendaki. Selain itu, banyak air terjun alami dan sumber air panas yang tersebar di sekitar lerengnya, menjadikannya tempat yang indah dan unik untuk dikunjungi. Dengan segala kekayaan yang dimilikinya, Gunung Wilis tidak hanya menjadi objek wisata alam tetapi juga menjadi pusat perhatian dalam mitos dan tradisi lokal.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang sejarah, budaya, dan makna Gunung Wilis dalam masyarakat Jawa. Kami akan menjelajahi legenda-legenda yang terkait dengannya, informasi mengenai letusan dan aktivitas vulkanik, serta daya tarik alam dan budaya yang membuat Gunung Wilis menjadi tempat yang istimewa.


Legenda dan Sejarah Gunung Wilis

Gunung Wilis memiliki kisah legenda yang sangat erat kaitannya dengan mitos penciptaan manusia di tanah Jawa. Menurut cerita rakyat, pada awalnya Pulau Jawa tidak berpenghuni dan selalu berguncang. Untuk menstabilkan pulau tersebut, para dewa mengangkat puncak Gunung Mahameru dari India dan menempatkannya di barat Pulau Jawa. Namun, dalam perjalanan menuju tempatnya, sebagian puncak Gunung Mahameru jatuh berceceran, sehingga terbentuklah beberapa gunung besar di Jawa Timur seperti Gunung Lawu, Gunung Wilis, Kelud, Kawi, Arjuna, dan Kumukus.

Legenda ini juga menceritakan asal-usul manusia. Dikisahkan bahwa Sang Hyang Batara Brama, Dewa Api, menciptakan manusia dari tanah yang dikepal dengan tangan. Karena berasal dari api, manusia tersebut terlalu gosong dan dikenal sebagai Bangsa Keling. Kemudian, Sang Hyang Batara Wisnu menciptakan manusia lain yang lebih sempurna. Manusia ciptaannya begitu disukai oleh para Hapsara dan Hapsari hingga mereka berebut untuk mengasuhnya, sehingga diatur agar manusia memiliki keturunan terlebih dahulu.

Nama awal Gunung Wilis dikenal sebagai Gunung Pawinihan, meskipun tidak ada literatur pasti sejak kapan nama tersebut berubah menjadi "Wilis" seperti yang kita kenal sekarang. Nama ini konon berasal dari bahasa Jawa Kuno (Kawi) yang bermakna “luka” atau “kesedihan”, terkait dengan legenda putri yang patah hati dan mengasingkan diri di Pegunungan Wilis.


Tipe Gunung Wilis dan Aktivitas Vulkanik

Secara vulkanik, Gunung Wilis termasuk dalam Tipe B, yaitu gunung berapi yang tercatat pernah mengalami letusan sebelum tahun 1600 dan tidak menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan setelahnya. Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat beberapa aktivitas vulkanik ringan yang masih ditemukan, seperti asap solfatara, fumarol, dan sumber air panas yang mengindikasikan aktivitas bawah tanah.

Ada empat titik yang diduga sebagai pusat erupsi purba, yaitu Wilis Tua, Gunung Ngargikalangan, Wilis Muda, dan Watubangil. Letusan-letusan ini kemungkinan terjadi pada masa yang berbeda, dan karena area kompleks Gunung Wilis sangat luas, yaitu sekitar 1.980 km², maka lokasi letusan di masa depan sulit diprediksi.

Meski tidak aktif secara modern, Gunung Wilis tetap menjadi perhatian para ilmuwan dan peneliti karena potensinya sebagai sumber energi geothermal. Pegunungan Wilis menyimpan cadangan panas bumi sebesar 50 MW dan berpotensi menerangi 15.000 rumah. Proses eksplorasi geothermal masih berlangsung di perbatasan Pupus Ngebel Ponorogo oleh PT Bakrie Darmakarya Energi (PT BDE).


Puncak-Puncak Utama Gunung Wilis

Gunung Wilis memiliki puluhan puncak yang tersebar di berbagai wilayah administratif. Berikut beberapa puncak utama yang terkenal:

  • Puncak Liman/Trogati (2.563 mdpl) – Puncak tertinggi, terletak di perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo.
  • Puncak Gunung Cemorokandang (2.256 mdpl) – Terletak di wilayah Kediri.
  • Puncak Jogopogo (2.220 mdpl) – Berada di wilayah Nganjuk.
  • Puncak Gunung Argo Tawang (2.284 mdpl) – Terletak di Ponorogo.
  • Puncak Gunung Manyutan (1.565 mdpl) – Berada di wilayah Madiun.

Setiap puncak memiliki karakteristik medan dan pemandangan yang berbeda-beda, menawarkan pengalaman pendakian yang beragam.


Jalur Pendakian Gunung Wilis

Gunung Wilis memiliki beberapa jalur pendakian dari berbagai penjuru kabupaten. Setiap jalur menawarkan keunikan tersendiri, baik dari segi pemandangan, tantangan medan, maupun fasilitas.

a. Jalur Bajulan, Nganjuk

Dimulai dari Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Dikenal dengan Air Terjun Roro Kuning. Jalur ini cukup menantang, cocok untuk pendaki berpengalaman. Puncaknya dikenal dengan nama Puncak Limas (2.376 mdpl). Sumber air tersedia di Pos Sekartaji dan Pos Cemoro Gede.

b. Jalur Nglurup, Tulungagung

Mulai dari Desa Nglurup, Kecamatan Sendang. Jalur ini melewati sungai dan hutan tropis. Tersedia spot menarik seperti mata air alami dan lembah indah.

c. Jalur Sendang, Tulungagung

Start dari Desa Sendang, waktu tempuh sekitar dua jam dari pusat kota. Memiliki dua pos, dengan pos pertama sebagai tempat ideal untuk berkemah. Dari pos dua ke puncak medan cukup curam.

d. Jalur Mojo, Kediri

Dari Desa Mojo, Kecamatan Mojo. Pendakian menuju Puncak Liman (2.563 mdpl). Jalur ini relatif sepi dan cocok bagi pendaki yang mencari ketenangan. Terdapat dua pos istirahat, dengan estimasi 5 jam dari pos 2 ke puncak.

e. Jalur Dungus, Madiun

Mulai dari Desa Dungus, Kecamatan Wungu. Jalur ini menuju bagian timur Wilis. Pemandangan masih alami dengan sumber air di beberapa titik, cocok bagi pencinta alam yang ingin eksplorasi jalur sepi.


Daya Tarik Alami dan Budaya Gunung Wilis

Gunung Wilis dijuluki sebagai "Gunung Air" karena memiliki banyak air terjun eksotis dan alami yang tersebar di berbagai sisi. Air terjun tersebut tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tapi juga menyuplai kebutuhan air masyarakat sekitar. Beberapa air terjun terkenal di Gunung Wilis antara lain:

  • Air Terjun Ngleyangan
  • Air Terjun Irenggolo & Dholo
  • Air Terjun Kertoembo, Kedung Malem, Waturumpuk, Selogedong
  • Air Terjun Sedudo, Singokromo, Sri Gunting, Kecamatan Sawahan, Nganjuk
  • Air Terjun Pring Jowo, Kecamatan Ngetos, Nganjuk
  • Telaga Ngebel, Air Panas Tirta Husada, Mloko Sewu, Air Terjun Selorejo, Kabupaten Ponorogo

Selain air terjun, Gunung Wilis juga memiliki sumber air panas yang digunakan sebagai tempat perawatan dan pengobatan tradisional. Salah satunya adalah Air Panas Tirta Husada di Ponorogo, yang terkenal dengan manfaatnya untuk kesehatan dan relaksasi.


Budaya dan Mistis di Sekitar Gunung Wilis

Gunung Wilis dari era Majapahit telah dikeramatkan dan dianggap salah satu gunung suci di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan keyakinan komunitas Hindu Jawa yang menganggap bahwa Gunung Wilis adalah gunung pawinihan atau tempat lahirnya kehidupan. Mistika Gunung Wilis turut diamini oleh kondisi geografis Wilis yang cukup sulit dicapai oleh manusia, sehingga tak jarang banyak pertapa yang memilih Gunung Wilis sebagai lokasi bertapanya.

Banyak kisah mistis di seputaran kaki Gunung Wilis yang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar seperti kisah Dewi Roro Kuning dan Eyang Trogati yang konon moksha di puncak Liman Gunung Wilis. Di Dagangan Madiun ada kisah mengenai Dusun Ngalengko/Nglengko yang konon memiliki Gua Nglengko Dirojo yang dipercaya bisa memberikan kekayaan bagi orang yang mau bertapa disana.


Kesimpulan

Gunung Wilis bukan hanya sekadar gunung berapi yang indah, tetapi juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi. Dari legenda penciptaan manusia hingga peran pentingnya dalam sejarah kerajaan-kerajaan kuno, Gunung Wilis menjadi simbol kekayaan budaya dan spiritualitas masyarakat Jawa. Dengan berbagai jalur pendakian, air terjun alami, dan sumber air panas, Gunung Wilis menawarkan pengalaman yang unik dan luar biasa bagi para pendaki dan pecinta alam.

Bagi para pendaki dan pencinta alam, menjelajahi Gunung Wilis bukan sekadar petualangan fisik, tapi juga perjalanan menyusuri sejarah dan kearifan lokal masyarakat Jawa Timur. Semoga informasi ini bermanfaat untuk mengenal profil Gunung Wilis dan memperkaya wawasan tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin